Intropeksi diri

Wahai santri-santri ku sekalian yang dirahmati Allah SWT Pernahkan kita menyadari setiap gerak langkah dan tingkah laku/perbuatan diri ini…? Pernahkah kita menyadari setiap yang terucap dibibir,selaras dengan kehendak hati..? Pernahkah kita sadari apa yang terlintas dipikiran membuat gelisah hati..? Pernahkah menyadari bahwa apa yang kita ucapkan akan menyinggung dan menyakiti hati orang lain..? Pernahkah menyadari apa yang menurutmu benar,tapi belum tentu benar bagi orang lain..? Pernahkan menyadari jika kita selalu memaksakan kehendak dan ingin menang sendiri..? Pernahkah menyadari atas kesalahan dan dosa yang ada pada diri sendiri..? Pernahkah menyadari akan kecurangan dan penghianatan pada diri,pada sesama,dan pada sang pemberi hidup..? Pernahkah menyadari akan kemunafikan pada diri..? Pernahkah menyadari keegoisan diri,tidak mau menerima kekurangan pada diri..? Pernahkah menyadari dikala kita canda tawa,ada orang lain menangis kesedihan..? Pernahkah menyadari disaat melimpah sandang panganmu,ada orang lain mengais dalam sampah bau penuh kuman..? Pernahkah menyadari saat perutmu menggembung,ada orang lain hanya tinggal tulang berbalut kulit..? Pernahkah menyadari,engkau akan berbakti pada kedua orangtuamu,dan tidak membentak dan berucap kata menyakiti kedua orangtua dan saudaramu..? Pernahkah menyadari,bahwa engkau tidak berzinah mata,zinah telinga,zinah hati/bathin dan zinah seluruh anggota badanmu..? Pernahkah menyadari untuk berani mengakui kesalahan dan meminta maaf pada orang lain..? Pernahkah menyadari segala kesenangan di dunia,belum tentu menjadikanmu senang sesudah meninggalkan alam dunia..? Pernahkah menyadari bahwa engkau hanya berkeluh kesah tanpa berusaha merubah hidupmu..? Pernahkah menyadari engkau tidak bersabar dan bersyukur terhadap yang kau miliki pada dirimu..? Pernahkah menyadari akan nikmat terbesar yang ada pada dirimu sehingga membuatmu pandai bersyukur..? Pernahkah menyadari bahwa setiap pikiran,ucapan,niat dihati,dan perbuatanmu ada yang mengawasi dan melihat..? Pernahkah menyadari bahwa tiada yang bisa luput dari penglihatan-Nya..? Pernahkah menyadari bahwa segala yang kau lakukan akan diminta pertanggungjawaban dihari pembalasan..? Pernahkah menyadari bahwa kegelisahan atas perbuatan burukmu,yang tetap engkau lakukan demi kepuasan nafsu dan syahwatmu..? Pernahkah menyadari keimanan hadir,disaat berbuat maksiat,ataukah lenyap brsama kenikmatan..? Pernahkah menyadari untuk segera bertobat Nashuha dan kembali pada Shirothol Mustaqiim,mendekat dalam dekapan-Nya..? Ataukah engkau tetap dalam kesombongan diri,akan kekuatan yang kau miliki..? Pernahkah menyadari akan pentingnya sebuah arti kejujuran pada diri,pada sesama dan pada Sang Pencipta..? Mohon Maaf untuk  semua,ini hanya sebuah renungan dan instropeksi diri. Semoga kita semua mendapat hidayah dan taufiq-Nya,agar sama-sama menjadi insan yg ridho dan diridhoi-Nya. ”Subhanallah wa alhamdulillah wa laa ilaaha ilallaah wa allaahu akbar wa laa hawla walaquwwata illabillahil’aliyil ‘adzhiim”

10 responses to this post.

  1. Posted by mencari ridho allah on 7 Juni 2012 at 11:39 am

    PERNAHKAH KITAMEMBAGIAKN PENDAMPING HIDUP KITA

    Balas

  2. Posted by ecko datoek on 18 Oktober 2011 at 11:37 pm

    Assalamu’alaikum…sugeng ndalu abah…salam dan rahmat shalawt kpd junjungan nabi besar muhammad rasulullah..salam salim abah dan smua santri amd…m’fkan jg salah satu murid abah yg baru menyapa dan menyambangi majlis yg dimulyakn allah ini…

    Balas

  3. Assalamualaikum abah, ijin nyimak , all santri almadaad salam persaudaraan slalu

    Balas

  4. absentt sore

    Balas

  5. Posted by Mas Cetho on 5 Oktober 2011 at 12:26 am

    Pencerahan yang luar biasa abah

    Balas

  6. Posted by bajabuq on 4 Oktober 2011 at 3:45 pm

    assalamu alaikum wr wb.
    salim sungkem Abah..sungguh pencerahan yang luar biasa

    Balas

  7. Posted by Joko Sabar on 4 Oktober 2011 at 12:52 pm

    Ijin nyimak…

    Balas

  8. Posted by sanjaya32 on 4 Oktober 2011 at 5:08 am

    Mantaaaabsss….

    Balas

  9. Posted by wanbiz on 3 Oktober 2011 at 4:58 pm

    PERNAHKAH KITA MEMBERIKAN SESUATU YANG SANGAT KITA SANYANGI, kalau belum silahkan dicoba pasti mak nyuusss rasanya.

    Balas

    • melebihi apapun..tiada bandingnya..itulah nilai-nilai luhur suatu keikhlasan,,,,nikmat yang tak terkira..bila kita bisa merasakan apa-apa yang telah di contohkan oleh baginda RASUL…

      Balas

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: